AGENT108 akan selalu memberikan yang Terbaik, Tercepat dan Berkualitas dalam pelayanan Service untuk mendapatkan Kepercayaan dari para Bettor. Dan Kami akan berusaha menjadi yang Terbaik diantara semua Agen Bola atau Agen Judi dunia maya. Kepercayaan Anda kepada Kami akan selalu kami jaga selama nya.. Terima Kasih telah bergabung bersama Kami.

Judi Online – Ambang Aman Degradasi Saat Ini 37 Poin


Judi Online – Ambang Aman Degradasi Saat Ini 37 Poin – Tradisi membuktikan bahwa para klub yang khawatir mengenai statusnya untuk tetap tampil di Barclays Premier League, akan menargetkan total 40 poin untuk dapat merasa aman dari ancaman degradasi. Pada banyak kesempatan para manajer telah menyatakan kelegaannya saat mencapai poin tersebut, dan berharap timnya untuk terus melaju dan melihat seberapa tinggi mereka bisa finis dalam klasemen.

Sesungguhnya hanya tiga kali sejak Barclays Premier League mengurangi timnya menjadi hanya 20 klub, pada tahun 1995 tim yang finis dengan 40 poin atau lebih bisa saja turun ke tingkat kedua, namun saat ini para klub tidak lagi mengalami nasib seperti itu sejak 11 musim terakhir.

 

Judi Online - Ambang Aman Degradasi Saat Ini 37 Poin

 

Tiga tim malang yang turun divisi meski telah mencapai batas 40-poin yang disebut safety adalah Sunderland di musim 1996-1997, Bolton Wanderers pada musim berikutnya, dan tim West Ham United di musim 2002/03. Yang mendekati sejak saat itu adalah skuad Birmingham City asuhan Alex McLeish yang terdegradasi dengan 39 poin dimusim 2011/12.

Agent108.org – Analisis mengenai degradasi di tahun-tahun sejak menggunakan format 20 klub telah mengungkapkan bahwa ambang keselamatan mereka yang paling mungkin adalah total 37 poin. Dan hanya satu tim, Sheffield United di musim 2006/07, telah melampaui total poin tersebut dan terdegradasi.

Selama 19 musim terakhir, rata-rata poin-total bagi tim untuk finis di urutan 17, yang mana merupakan posisi di atas zona degradasi, adalah 38.4. Namun, jika kita menganalisis peraihan tersebut pada 10 musim terakhir, angka itu semakin menurun: dalam rata-rata, sejak musim 2004/05, dibutuhkan kurang dari 37 poin bagi para tim untuk dapat finis di urutan 17 dan terhindar dari degradasi.

Penurunan serupa dalam hal poin dengan tim yang menempati posisi 18 telah terlihat jelas di musim-musim terakhir. Rata-rata keseluruhan 35.8 poin telah diraih oleh tim yang nyaris terhindar dari degradasi. Dalam 10 tahun terakhir hal ini telah menurun di bawah 35 poin, menjadi rata-rata 34.9.

Beberapa orang banyak menekankan hal ini kepada sang pencetak gol, sebagai sarana untuk membuat tim mereka tidak mendapatkan kesulitan pada klasemen, tetapi analisis gol dan kebobolan tim yang berada di lima terbawah sampai akhir musim, selama 19 musim terakhir, menunjukkan bahwa pertahanan lah yang menjadi prioritas tim.

Klub yang finis di posisi ke-16 telah meraih rata-rata 42.3 gol selama musim ini, tiga gol lebih banyak dari skuad yang berada di bawah mereka. Namun jumlah kebobolan, secara rata-rata pada dasarnya sama, dengan masing-masing 59 dan 59.4.

Namun, jika kita melihat gol yang dicetak oleh tim di posisi ke-18, dapat dilihat bahwa pada kenyataannya, mereka meraih rata-rata 39.5, lebih besar dari total rata-rata skuad yang finis dengan aman di atas mereka.

Di sisi lain, perbedaan jumlah gol kebobolan antara posisi 17 dan 18 tampak cukup signifikan. Tim yang selesai tepat di zona aman, rata-rata mereka kebobolan 59.4 gol, hampir empat gol lebih sedikit dari urutan ke-18. Ini menjadi jauh lebih buruk untuk kategori kebobolan bagi dua tim terbawah.

Mengamati papan klasemen Barclays Premier League sekarang ini, pentingnya barisan pertahanan tampak semakin jelas. Tidak ada tim yang kebobolan lebih banyak gol daripada tiga tim terbawah, Burnley, Queens Park Rangers dan Leicester City (Newcastle di urutan ke-12 memiliki jumlah kecolongan yang sama yakni 48, sama seperti Leicester).

Dua tim yang berada tepat di atas zona degradasi, Aston Villa dan Sunderland, mencetak gol lebih sedikit dibandingkan dengan tiga tim peringkat terendah, namun sebaliknya memiliki pertahanan yang lebih baik.

Kini, ketiga tim yang dipromosikan musim lalu terdampar di zona degradasi. Akan tetapi menurut data sejarah, salah satu dari ketiga tim, Burnley, Queens Park Rangers dan Leicester City akan tetap bertahan di divisi utama, sebab hanya sekali terjadi di mana ketiga tim yang baru dipromosikan kembali jatuh ke divisi di bawahnya. Itu terjadi pada musim 1997-1998, ketika Barnsley, Bolton Wanderers dan Crystal Palace kembali ke divisi asal mereka.

Rata-rata sampai musim ini, tim yang promosi memiliki peluang rata-rata 58.2% untuk tetap bertahan, dengan 27 dari 68 tim yang dipromosikan, kembali ke divisi Championship. Hal ini secara signifikan telah meningkat belakangan ini, dengan lima dari 18 tim yang promosi terakhir kali langsung mengalami degradasi.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUponShare on Tumblr