AGENT108 akan selalu memberikan yang Terbaik, Tercepat dan Berkualitas dalam pelayanan Service untuk mendapatkan Kepercayaan dari para Bettor. Dan Kami akan berusaha menjadi yang Terbaik diantara semua Agen Bola atau Agen Judi dunia maya. Kepercayaan Anda kepada Kami akan selalu kami jaga selama nya.. Terima Kasih telah bergabung bersama Kami.

Judi Bola – Pertahanan Baru Liverpool Hadapi Ujian Terberat


Judi Bola – Pertahanan Baru Liverpool Hadapi Ujian Terberat – Liverpool versus Manchester City selalu menyajikan big-match, tetapi akhir pekan ini taruhannya akan terasa sangat besar. Dapatkah tim Liverpool yang sedang dalam performa terbaiknya melanjutkan momentum berharga dalam misi nya untuk finis di empat besar, atau akankah sang juara bertahan Barclays Premier League memanfaatkan keuntungan kurang tajamnya Chelsea di penghujung musim, untuk memperpendek jarak dengan pimpinan klasemen tersebut?

Taktik analis Adrian Clarke telah mencermati mengenai laga yang dipastikan akan menjadi tontonan mendebarkan di Anfield.

 

Judi Bola - Pertahanan Baru Liverpool Hadapi Ujian Terberat

 

Reds yang baru terlihat solid

Manchester City telah menyarangkan 11 gol dalam lima pertandingan melawan Liverpool sejak Brendan Rodgers mengambil alih kepelatihan. Tidak sekalipun mereka gagal mencetak gol setidaknya dua kali. Pada hari Minggu ini mungkin akan menjadi lebih sulit. Mereka akan menghadapi pasukan Reds yang tengah menikmati periode stabilnya pertahanan tim.

Sejak beralih ke skema tiga pemain bertahan di bulan Desember (pada Matchweek 16), Liverpool mencatatkan enam kali tanpa kebobolan yang mengesankan dalam 11 kali pertandingan. Mereka tiba-tiba tampak sangat sulit dibobol. Mengapa bisa seperti ini?

Sebagai sebuah tim, mereka bertahan dari lini depan dengan semangat juang yang lebih besar. Berpadu sebagai sebuah satu kesatuan, striker utama dan dua gelandang menyerang akan menekan pertahanan lawan dengan cara yang lebih terorganisir, dan hal ini memaksa lawan untuk melakukan kesalahan. Menyingkirkan langkah rival mereka, Arsenal yang sedang melonjak, Tottenham Hotspur dan West Ham United, semuanya gagal memberikan akurasi passing lebih dari 75% pada kunjungan terakhir mereka ke Anfield.

Menggunakan tiga bek tengah juga memperkecil celah di dua area lapangan di mana Liverpool terkadang terlihat rentan dalam bertahan.

Di lini tengah, menempatkan seorang premain di belakang Jordan Henderson, Joe Allen atau Steven Gerrard (terutama dengan absennya Lucas Leiva) telah terbukti bekerja dengan baik.

Ketika salah satu dari mereka lengah dari tugas bertahan, sekarang ada paemain lain untuk menutupi celah tersebut. Gelandang pelari lawan akan kesulitan untuk dapat bergerak leluasa.

Agent108.org – Pola permainan baru ini juga sangat cocok untuk full-back Liverpool yang bertipikal menyerang. Jika menggunakan empat pemain bertahan, manajer lawan mungkin akan menargetkan titik lemah dari Moreno dan Johnson saat sedang terserang, namun sekarang siapapun yang menempati posisi bek sayap, mereka tahu bahwa mereka memiliki bek tengah untuk menutupi area yang mereka tinggalkan. Keseimbangan tim akan lebih baik.

Dan yang tidak kalah pentingnya, opsi untuk tiga bek tengah juga telah memberikan tim banyak pemain yang jangkung untuk menghadapi situasi bola-mati. Di awal musim, Liverpool terlihat rentan saat menghadapi tendangan penjuru, namun akhir-akhir ini masalah itu tampaknya telah jauh berubah.

Kerentanan Liverpool saat menghadapi bola-mati

Tipe kebobolan     MW 1-15     MW 16-26
Tendangan sudut     3     0
Tendangan bebas langsung     1     0
Umpan tendangan bebas     2     2
Serangan terbuka     12     8
Penalti     1     0
Total kebobolan     19     10

Peningkatan performa Simon Mignolet juga tidak boleh diabaikan. Dia secara signifikan telah lebih tegas dalam pengambilan keputusan, terutama dari umpan-umpan silang (lihat tabel di bawah), dan ketegasan ini telah mengurangi keraguan pertahanan di dalam kotak 18 meter, yang merupakan salah satu masalah mereka di awal musim. Penyelamatan tembakan kiper Belgia ini juga telah membaik sejak pergantian tahun.

Peningkatan Mignolet

Simon Mignolet     MW 1-15     MW 16-26
Menit bermain     1350     794
Jarak-menit kebobolan     71     159
Penyelamatan/laga     2.5     2.2
Rasio penyelamatan tembakan     67%     80%
Tinjuan     8     14
Tangkapan     10     13

Masalah yang mungkin akan dihadapi Liverpool

Bek tengah cenderung lebih beroperasi di area sentral kotak penalti, sehingga setiap kali Anda menyerang melawan tiga pemain bertahan, sangat penting untuk mencoba memperlebar jarak antara ketiganya. Dengan pemikiran ini, City akan mencoba untuk menggunakan ruang di belakang bek-sayap Liverpool, dan mengisolasi Emre Can dan Dejan Lovren satu-lawan-satu. Dalam situasi ini mereka akan merasa diluar zona kenyamanan mereka.

Keputusan Pellegrini untuk menampilkan pola 4-4-2 melawan Barcelona pada pertengahan pekan mungkin telah menjadi bumerang, tetapi formasi ini mungkin dapat menyebabkan masalah bagi pasukan Rodgers, jika dia memutuskan untuk kembali menggunakannya. Kehadiran dua striker telah mengacak-acak tiga bek tengah Liverpool saat melawan Burnley dan Leicester City, dan dengan sedikitnya waktu untuk berpikir, saya menduga mereka akan lebih memilih untuk memasangkan striker tunggal City pada hari Minggu.

Jika City terlambat untuk membangun serangan, tim tuan rumah akan mengatasinya dengan sangat nyaman. Mereka akan merubah pola menjadi 5-4-1, menutup ruang, dan mencari kesempatan untuk melakukan serangan balik. Namun dalam transisi formasi yang cepat, Liverpool harus sangat berhati-hati. Sang juara bertahan akan menciptakan situasi 3-lawan-2 di area yang luas, dan karena gerakan mereka yang agresif, mereka bisa dengan mudah menarik keluar pertahanan lawan dari posisinya pada saat-saat kritis.

Waspadai Aguero ataupun Dzeko yang dapat mengeksploitasi bek tengah dari posisi sayap, dan menunggu umpan terobosan melewati celah di sisi kotak penalti.

Jika David Silva (atau Samir Nasri) dibiarkan berlari leluasa di antara kedua lini, tipe penyerangan City seperti ini akan sangat menguntungkan bagi kedua sayap mereka. Untuk menghentikannya, Liverpool perlu untuk menjaga kedisiplinan dan pola mereka. City memiliki pergerakan yang baik juga lini depan yang tajam, dan mampu untuk berbuat lebih dari hanya sekedar memberikan masalah bagi tim tuan rumah melalui cara tersebut.

Karakter utama

Kedua belah pihak tidak akan menurunkan pemain dengan tipikal sayap tradisional di Anfield. Justru sebaliknya, sisi kreatif utama akan beroperasi di posisi antara lini tengah dan lini pertahanan daerah oposisi.

Sejak mereka mengubah skema permainan mereka, serangan Liverpool telah berubah secara drastis. Rata-rata jumlah umpan silang yang mereka layangkan dari permainan terbuka dalam 15 pertandingan pertama hampir sebanyak 14, namun dalam 11 pertandingan terakhir jumlah tersebut telah menurun menjadi hanya enam.

Ini mungkin terdengar seperti hal yang negatif namun sebetulnya tidak. Fokus tim adalah untuk mendapati Philippe Coutinho, Raheem Sterling atau Adam Lallana pada bola di posisi sentral, yang dapat menciptakan beragam ancaman tak terduga dari dalam maupun diluar area penalti. Ini bisa sangat efektif. Sejak merubah skema, the Reds menghasilkan tiga tembakan lebih per pertandingan dan mencetak lebih banyak gol.

Pola permainan City tak jauh berbeda. Seperti halnya Liverpool, pemain bek tengah mereka berperan besar untuk para pemain sayap, dengan pola penyerangan yang sangat menekan, mereka berharap agar Silva dan Nasri mendapatkan bola di antara garis pertahanan lawan.

Coutinho     Sterling     Silva     Nasri

Menit bermain     1719     2062     1630     1437
Peluang tercipta     30     54     48     50
Penalti yang berhasil     0     0     3     0
Assist     4     5     3     6
Umpan silang berhasil     2     11     6     2
Tembakan     33     44     23     16
Gol     3     6     9     2
Menit per gol     573     344     181     719

Ini akan menjadi sangat menarik untuk melihat bagaimana kedua manajer berusaha untuk menghentikan ancaman dari para pemain berbakat di kubu lawan. Dengan para bek tengah dan bek sayap yang bertugas untuk membendung serangan lawan, mereka akan banyak bergantung pada seberapa efektif kerjasama di lini tengah.

Sebagai contoh, jika Yaya Toure dan Fernandinho tidak menjaga pergerakan Coutinho dan Sterling (atau Lallana), maka para pemain Liverpool kemungkinan akan bermain terlalu leluasa. Hal yang sama juga berlaku bagi Henderson dan Allen untuk menjaga pergerakan pemain sayap City.

Kedua pasangan lini tengah itu sepertinya memerlukan kewaspadaan yang lebih baik lagi, jika pasangan tersebut melakukan pekerjaan mereka dengan baik maka mereka mungkin akan keluar sebagai pemenang. Apakah mereka akan bermain menekan ataupun menjaga area nya, kedua belah pihak sama sekali tidak boleh memberikan celah bagi para pemain berbahaya tersebut untuk dapat mengancam.

Kesimpulan

Sejarah menunjukkan bahwa pertandingan ini akan berjalan terbuka dan juga menyerang. Sembilan pertemuan terakhir telah menampilkan setidaknya dua gol, dan lima laga terakhir memiliki rata-rata empat. Dengan peluang untuk mendapatkan tiga poin yang krusial bagi kedua belah kubu, kita mungkin dapat mengharapkan hal yang sama nanti di Anfield. Ditinjau dari sudut pandang netral, mari kita berharap demikian.

Ini akan menjadi ujian terberat bagi lini pertahan anyar Brendan Rodgers. Jika timnya tidak mampu menemukan keseimbangan yang pas antara menyerang ataupun bertahan, sang juara bertahan tentunya mempunyai kualitas menyerang untuk melukai mereka serta mengeksploitasi berbagai kelemahan.

Jika ada yang keluar sebagai pemenang di Anfield, maka itulah kubu dengan pertahanan yang paling kokoh. Keduanya akan sibuk untuk menghadapi satu sama lain.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUponShare on Tumblr