AGENT108 akan selalu memberikan yang Terbaik, Tercepat dan Berkualitas dalam pelayanan Service untuk mendapatkan Kepercayaan dari para Bettor. Dan Kami akan berusaha menjadi yang Terbaik diantara semua Agen Bola atau Agen Judi dunia maya. Kepercayaan Anda kepada Kami akan selalu kami jaga selama nya.. Terima Kasih telah bergabung bersama Kami.

Judi Bola – Flamini Menambah Variasi Pencetak Gol Arsenal


Judi Bola – Flamini Menambah Variasi Pencetak Gol Arsenal – Ketika Mathieu Flamini diturunkan dalam kemenangan Arsenal atas West Ham United dalam lanjutan Barclays Premier League pada hari Sabtu dengan gol ketiga dan terakhir, ia menjadi pencetak berbeda ke-15 bagi klub nya di liga utama musim ini.

Jumlah terbanyak di liga tersebut membuat Arsenal memimpin atas Liverpool, dengan skuad Brendan Rodgers yang menghasilkan 14 pencetak gol BPL di musim 2014/15.

 

Judi Bola - Flamini Menambah Variasi Pencetak Gol Arsenal

 

Tim asuhan Arsene Wenger masih memiliki jalan panjang untuk menandingi catatan rekor dengan jumlah pencetak gol terbanyak dalam semusim, dimana rekor tersebut masih dipengang Manchester United. Skuad Sir Alex Ferguson kembali merebut gelar juara dari Manchester City dengan selisih 11 poin di musim 2012/13, dan 20 pemain yang berbeda telah menyumbangkan gol dalam prosesnya.

Agent108.org – Rekor tersebut sudah cukup untuk mengalahkan jumlah 19 pemain, yang ditetapkan oleh Manchester City musim 2008/09, dan kemudian disamai Tottenham Hotspur setahun kemudian. Untuk dapat mengungguli rekor United, Arsenal membutuhkan enam pemain lagi untuk mencetak gol. Pemain reguler mereka, Kieran Gibbs, Francis Coquelin, Per Mertesacker, Gabriel, Mikel Arteta dan Nacho Monreal semuanya mungkin perlu mencatatkan nama mereka di papan skor dalam sisa sembilan pertandingan musim ini, jika ingin meraih rekor tersebut.

Jumlah gol yang sama oleh enam pencetak gol yang berbeda diraih Arsenal pada musim 1993-1994, ketika mencatatkan rekor terendah dalam sejarah kompetisi.

Dibawah asuhan George Graham, Arsenal mencetak 53 kali dalam 42 pertandingan, meskipun jumlah tersebut sudah cukup bagi mereka untuk finis di posisi keempat (Keenam pencetak gol adalah: Ian Wright, Kevin Campbell, Steve Bould, Paul Merson, Ray Parlour dan Alan Smith.)

Dengan skuad yang lebih besar serta rotasi pemain yang sudah semakin umum di Barclays Premier League, rekor terendah itu tidak mungkin diraih lagi ataupun disamai, dengan tujuh pencetak gol berbeda yang dihasilkan Fulham di musim 2001/02 menjadi tim paling dekat sejak saat itu.

Chelsea, pimpinan klasemen saat ini, memiliki beragam pencetak gol dalam skuad mereka, dengan 13 pemain berbeda yang telah menyarangkan bola. Angka itu termasuk pencetak gol paling produktif di liga, Diego Costa yang mencatatkan 18 gol atas namanya, sama dengan 31 persen dari total gol Chelsea di liga.

Ketajaman serupa juga ditoreh pemain Man City Sergio Aguero, yang merupakan salah satu dari 13 pemain berbeda yang mencetak gol bagi sang juara bertahan musim ini. Aguero mencatatkan rekor individu dengan 17 gol, dan 28.8% dari peraihan keseluruhan 59 gol yang dicetak City, yang merupakan tertinggi di Barclays Premier League sejauh ini.

Klub lain yang memiliki 13 pencetak gol berbeda adalah Crystal Palace, Newcastle United dan West Ham, sementara Man Utd, Everton dan Southampton memperoleh gol mereka dari 12 pemain yang berbeda.

Pada sisi sebaliknya, Burnley dan Swansea City masing-masing hanya menghasilkan tujuh pencetak gol yang berbeda. Sumber gol utama Burnley adalah Danny Ings, dimana sembilan golnya lebih dari sepertiga jumlah total gol mereka dengan 26 gol, sedangkan bagi Swansea, Wilfried Bony, yang telah berpindah klub ke Manchester City pada bulan Januari lalu, telah mencetak sembilan dari 33 total gol yang mereka cetak.

Namun justru saingan Burnley, Queens Park Rangers yang memiliki ketergantungan paling besar pada satu sumber gol mereka. Charlie Austin yang sudah mempersembahkan 15 gol di liga mewakili setengah dari jumlah total gol yang dicetak tim besutan Chris Ramsey.

Rasio sebanyak 50% tersebut menempatkan Austin setingkat dengan enam pemain lainnya dalam daftar pencetak gol sepanjang masa dengan presentase tertinggi bagi timnya dalam semusim.

James Beattie memuncaki daftar tersebut, dengan peraihan 23 gol pada musim 2002/03 dengan andil gol sebesar 53.5% dari keseluruhan 43 gol Southampton pada musim itu ,sebagaimana the Saints menutup musim tersebut di urutan kedelapan.

Tempat kedua jatuh pada Kevin Phillips, yang mengguncang gawang lawan sebanyak 30 kali bagi Sunderland di musim 1999/00, dengan andil gol sebanyak 52.6% dari total gol yang dicetak the Black Cats, sebagaimana mereka finis di urutan ketujuh di musim pertama mereka setelah kembali ke divisi utama menyusul degradasi mereka pada tahun 1997.

Pemain lain yang mencetak gol lebih dari setengah gol yang diraih timnya musim ini adalah pemain Crystal Palace Andrew Johnson, yang menjaringkan 21 dari total 41 gol yang berhasil dicetak timnya sepanjang musim 2004/05. Peraihan Johnson itu termasuk 11 dari titik penalti, namun itu tidak cukup untuk mengamankan Palace, sebagaimana the Eagles ikut terdegradasi bersama Norwich City dan Southampton, sementara West Bromwich Albion berhasil bertahan lewat pertandingan dramatis di hari terakhir.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUponShare on Tumblr